1. Pertengkaran atau Permusuhan di antara
Orang-orang Muslim
Diantara
perbuatan yang termasuh dosa besar ialah permusuhan di antara orang-orang
muslim. Apabila hal itu terjadi, hendaknya permusuhan itu tidak melebihi dari 3
malam.
Rasulullah SAW bersabda
: “Barangsiapa memusuhi saudaranya selama
setahun, maka sama halnya seperti menumpahkan darahnya (membunuh)”1
Memusuhi kerabat adalah termasuk dosa besar. bigitu pula
dengan memusuhi kedua orang tua.
2. Menuduh Seorang Muslim Kafir
Diantara penyebab banyaknya penghuni neraka dari kaum
wanita adalah seorang wanita yang berkata kepada temannya dengan panggilan “Wahai Wanita Kafir, Wahai Wanita Yahudi,
Wahai Wanita Nasrani, Wahai Wanita Majusi atau Wahai Wanita Musyrik, dll.”
panggilan seperti ini merupakan dosa besar dan dosa itu sangat memberatkan
pelakunya.
Rasullullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya yang muslim, ‘Wahai Wanita
Kafir!’ Maka panggilan tersebut kembali kepada salah satu di antara mereka.”2
(Diriwayatkan oleh Bukhari (6103-6104) dari hadist yang
bersumber dari Abu Hurairah r.a dan Ibnu Umar) Atau, apabila
yang dituduhkan itu bukan oreang kafir sesungguhnya, maka hukuman itu (tuduhan
kafir) kembali kepada orang yang mengucapkannya.
3. Menyakiti Tetangga
Di antara sebab yang menjerumuskan pelakunya ke dalam
neraka, serta tidak ada cara lain selain memunta maaf darinya adalah menyakiti
tetangganya dengan berbagai macam cara.
Rasulullah SAW bersabda : “Demi
Allah bukan dinamakan orang yang beriman.. Demi Allah bukan dinamakan orang
yang beriman.. Demi Allah bukan dinamakan orang yang beriman.” Sahabtnya bertanya
: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab : “Yaitu orang yang
tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatan yang dilakukannya.”
Dalam riwayat ain disebutkan : “Seorang hamba tidak ajan
masuk surga, yakni orang yang tetangganya tidak merasa aman dri
kejahatan-kejahatan yang dibuatnya”
Dalam hadist lain beliau bersabda : “Barang siapa beriman
kepada Allah dan hari akhir (Kiamat), maka janganlah ia menyakiti tetangganya.”
Atau dalam riwayat lain disebutkan : “Barangsiapa beriman
kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berbuat baik kepada
tetangganya.” (HR Muttafaq ‘alaih)
4. Ghibah (Menggunjing/Mengumpat)
Diantara dosa-dosa besar yang banyak dilakukan oleh kaum
wanita adalah Ghibah yaitu
menceritakan atau menyebutkan kejelekan orang lain.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw.
bersabda “Tahukah kalian apakah yang
dimaksud dengan ghibah itu?” Para sahabat menjawab “Allah dan rasul-Nya yang lebih
mengetahui itu.” Beliau berkata “Ghibah
yaitu mengungkapkan hal-hal yang dibenci oleh kawanmu.” Salah seorang
sahabat bertanya “Bagaimana kalau memang
sesuai dengan kenyataan atau perbuatannya?” Beliau menjawab “Ya, itulah yang disebut dengan ghibah atau
menggunjing. Bahkan, apabila orang yang mengungkapkannya melebihi dari itu (tidak
sesuai dengan kenyataan) bukanlah ghibah namanya, melainkan buhtan atau memfitnah.”
(HR Muttafaq ‘alaih)
Maka, apabila kita sedang berkumpul di sebuah majelis/tempat,
maka kewajiban pertama kita adalah segera meninggalkan tempat tersebut. atau
bertobat dengan cara meminta maaf pada orang yang sedang dibicarakan atau
meralat segala ucapan dengan perkataan yang baik di majelis itu juga.
5. Banyak Bicara
Di antara perbuatan yang mengakibatkan seorang masuk ke
dalam neraka adalah banyak bicara (Gosip), baik dalam hal yang mubah maupun
haram. Dengan kalimat yang ia ucapkan kepada orang lain, maka hal itu dapat
mengantarkannya ke dala neraka.
Rasulullah saw. bersabda “Seseorang terkadang melontarkan suatuucapan yang tidak diperhatikannya
lagi yang mengakibatkan datangnya murka Allah sehingga dirinya terperosok ke
dalam Jahannam” (Hadis shahih. Diriwayatkan oleh
Bukhari (6478) dari hadist yang bersumber dari Abu Hurairah r.a).
Inilah balasan bagi orang yang mengucapkan satu kalimat
saja. Dia akan terperosok ke dalam neraka. Bagaimana nasibnya bagi orang-orang
yang mengucapkan beberapa kalimat? Seperti yang banyak terjadi pada masa
sekarang ini, seperti perkataan “Hai wanita pezina! Hai anak pezina (pelacur)!”
atau bahkan menyebutkan nama salah satu penghuni kebun bintang.
Perkataan-perkataan inilah yang dapat mengundang kemurkaan
Allah swt. Maka sebaiknya bagi seorang muslim yang baik, sudah seharusnya kita
berpikir sejenak sebelum mengeluarkan kalimat yang akan diucapkan. apabila
kalimat tersebut baik, maka berbicaralah. tetapi sebaliknya, apabila kalimat
tersebut buruk, hendaklah lebih baik untuk diam. Karena diam adalah emas. Namun
apabila ingin mengucapkan sesuatu yang tidak diketahui baik dan buruknya (ragu-ragu),
maka hendaklah ia berhati-hati dalam mengucapkannya.
Sumber : dari buku yang berjudul "Neraka Bukan Untukmu" karangan DR. Musthafa Murad
